Slukat Learning Center

Beberapa waktu yang lalu aku diminta bantuan oleh salah seorang teman dekatku untuk develop website untuk lembaga non-profit yang didirikan oleh orang tuanya.

Lembaga ini bernama “Slukat Learning Center”, sebuah yayasan yang memiliki harapan mulia untuk mengusahakan dan mengembangkan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di wilayah Slukat, Bali.

Awalnya aku kurang begitu mengenal lembaga ini, tapi seiring dengan semakin terlibatnya aku di dalam development website ini, semakin aku mengenal nilai-nilai yang coba ditanamkan, baik kepada anak-anak didiknya maupun para sukarelawan yang terlibat di dalamnya.

Continue reading

Akulah Dia

Akulah Dia
by Drive

Tak pernah berhenti mencari cinta.
Selalu saja ada yang tak kamu suka.

Terlalu jauh engkau melihat.
Coba rasakan yang ada di sekitarmu.

Reff:

Sesungguhnya dia ada di dekatmu,
tapi kau tak pernah menyadari itu.
Dia selalu menunggumu untuk nyatakan cinta.

Sesungguhnya dia adalah diriku,
lebih dari sekedar teman dekatmu.
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya.

Yang mungkin bukan manusia sempurna,
tapi dia selalu ada untukmu.

Mendengarkan lagu dari Drive berjudul “Akulah Dia” saat berangkat ke kantor pagi ini memberikan pencerahan buatku. Walaupun kalau dibaca baris per baris dalam lirik lagu tersebut sepertinya lagu ini hanyalah seperti lagu-lagu cinta kebanyakan konsumsi para remaja. Apalagi yang menyanyikannya adalah grup musik yang banyak digandrungi para cewek-cewek ABG.

Sekilas jika kita dengarkan, lagu ini menceritakan tentang seorang perempuan yang selalu mencari-cari pasangan yang tepat untuknya. Dan setiap kali menemukannya, dia selalu kecewa karena sosok yang ditemuinya itu bukanlah sosok yang sempurna. Perempuan ini tidak menyadari bahwa ada seorang laki-laki yang selama ini selalu setia menemaninya, selalu memperhatikannya, tapi dia hanya menganggap laki-laki itu hanyalah seorang teman biasa saja. Padahal si laki-lakinya ini tulus mencintainya dan  sangat ingin menjadi satu-satunya orang yang ada di hati perempuan tersebut. Drive dengan baik menggambarkan ungkapan hati laki-laki itu dalam lirik lagu di atas.

Buat Anda yang mungkin sudah bukan ABG lagi, mari kita lihat isi lagu tersebut dengan kacamata yang berbeda.

Continue reading

Marhaban ya Ramadhan

Menyentuh Sisi Emosional

Anda mungkin pernah mempunyai niat untuk melakukan sesuatu yang baik, dan Anda mencoba untuk berkomitmen dalam melakukannya. Namun seringkali komitmen tersebut terlupakan hanya karena godaan-godaan yang walaupun sebenarnya sepele tapi bisa membuyarkan semua niat baik Anda tersebut.

Mari kita ambil contoh sederhana. Ada seorang sahabat yang sudah menjadi perokok berat sejak dia duduk di bangku SMP. Dalam satu minggu dia bisa menghabiskan satu slop rokok seharga kurang lebih Rp 80 ribu per slopnya. Aku pernah mengajak dia untuk menghitung berapa banyak uang yang telah dia habiskan hanya untuk rokok saja. Misalkan dia dalam satu minggu menghabiskan uang Rp 80 ribu, maka dalam satu bulan dia menghabiskan Rp 320 ribu. Dan dalam satu tahun sekitar Rp 3,8 juta. Lalu angka tersebut aku coba kalikan dengan lama waktu dia bekerja di perusahaannya, yaitu 10 tahun, artinya dia sudah menghabiskan Rp 38 juta hanya untuk rokok saja. Dia sempet ternganga melihat angka fantastis tersebut, dan hanya bisa berkomentar “Wah, gue bisa beli dua motor tuh..”.

Belakangan dia sering batuk-batuk dan merasa dadanya terasa sesak. Aku menduga itu karena kebiasaan merokoknya. Dan tak bosan-bosannya aku selalu menasehati dia untuk berhenti merokok. Nasehat tersebut terbilang “cukup” efektif, karena dia kemudian punya niat untuk berhenti merokok. Sehari, dua hari, seminggu, dia masih tahan godaan. Kadang dia mengulum permen untuk mengurangi rasa ingin merokoknya. Minggu kedua dia mulai gelisah, Permen dia rasa sudah tidak cukup efektif untuk mengalihkan perhatiannya dari rokok. Diperparah dengan lingkungan tempat dia biasanya nongkrong, yang selalu dipenuhi dengan orang-orang merokok. Bau asap rokok membuat dia semakin tidak tahan lagi, hingga akhirnya meminta sebatang rokok pada temannya yang lain. Hanya sebatang… Tapi ternyata sebatang rokok itu sudah membuyarkan tekad dan usaha yang telah dijalaninya selama seminggu terakhir. Terbukti, hari berikutnya dia pun sudah terlihat merokok lagi. Continue reading

Empat Zona Hidup Manusia

Masih dari acara kumpul-kumpul di Balai Sarbini hari Sabtu lalu. Selain materi tentang “Leadership” yang sudah aku tulis sebelumnya, di salah satu sesi kita diputarkan sebuah video presentasi yang menjelaskan bahwa ada empat zona dalam hidup seseorang. Empat zona tersebut adalah:

  1. Banyak waktu, kurang uang.
  2. Kurang waktu, kurang uang.
  3. Kurang waktu, banyak uang.
  4. Banyak waktu, banyak uang.

Lalu kita diajak untuk berpikir bahwa zona keempat lah yang harus kita tuju, yaitu banyak waktu dan banyak uang.

Sepintas aku sependapat, tapi entah kenapa dalam hati ini rasanya masih ada yang kurang sreg. Butuh waktu beberapa lama, sampai salah seorang sahabatku memasang insight tersebut di status Facebook-nya, dan aku membaca salah satu komentar di bawahnya. Komentar tersebut mengatakan bahwa hanya ada dua zona, yaitu “Miskin” dan “Kaya”. Mendadak aku menemukan kata kunci di mana letak kejanggalan tentang empat zona di atas. Continue reading

Review: Deja Vu

Dari dulu aku selalu tertarik pada film-film yang mengangkat tema “time traveling” atau perjalanan waktu. Beberapa di antaranya adalah serial “Voyagers”, “Back to The Future”, “Terminator”, “Time Machine” dan yang baru saja aku tonton adalah “Deja Vu”. Yang menjadikan film ini istimewa adalah pemeran utamanya, yaitu Denzel Washington, salah seorang aktor favoritku. Akting Denzel Washington yang pernah aku tonton antara lain di film “John Q”, “The Great Debaters”, “Man on Fire”, “The Bone Collector”, dan yang terbaru adalah “The Book of Eli” yang memberikan story ending tak terduga.

“Deja Vu” sendiri adalah film garapan tahun 2006, bahkan sudah pernah ditayangkan di layar RCTI. Waktu itu aku nonton cuma kebagian ending-nya saja. Makanya begitu kemarin di e-Center ngeliat ada DVD-nya, langsung beli.

Cerita berawal dari tragedi peledakan kapal ferry yang mengangkut anggota marinir bersama keluarganya, memakan 543 korban jiwa termasuk wanita dan anak-anak. Seorang agen ATF bernama Doug Carlin (Denzel Washington) ditugaskan untuk menyelidiki aksi terorisme ini. Dia juga menerima laporan mengenai penemuan mayat seorang wanita bernama Claire Kuchever (Paula Patton) yang diduga dibunuh 2 jam sebelum kejadian peledakan kapal ferry tersebut. Dari hasil penyelidikannya, Carlin menduga ada hubungan antara kematian Claire dengan tragedi peledakan kapal. Dia lalu menemui ayah Claire untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan melihat secara langsung tempat tinggal Claire di mana di situ dia melihat beberapa keganjilan. Continue reading

Setting “3G Only” di Ponsel SonyEricsson

Satu hal yang selama ini aku anggap sebagai kekurangan di kebanyakan ponsel SonyEricsson, dan sebenarnya itu adalah sesuatu hal yang sangat sepele tapi penting, yaitu tidak adanya setting “3G only” di pengaturan mobile network-nya. Apabila kita masuk ke menu utama, lalu ke Setting – Connection – Mobile Networks – GSM/3G Networks, yang tercantum di situ hanyalah “GSM and 3G” dan “GSM only”.

Kenapa setting “3G only” menurutku sangat penting? OK, logikanya orang saat terkoneksi ke internet pastinya menginginkan kecepatan yang tinggi dong. Apalagi ponsel SonyEricsson K660i-ku ini juga sering berfungsi sebagai modem saat internetan pake netbook. Paket Telkomsel Flash Unlimited yang aku pakai saat ini menjanjikan kecepatan up to 384 kbps. Sedangkan kalau aku terkoneksi melalui jalur GSM saja yang meliputi GPRS dan EDGE, maka kecepatan yang bisa aku dapatkan mungkin cuma sampai 200 kbps-an, itu pun kalo pake EDGE, sedangkan kalau dapatnya cuma GPRS malah cuma sampai 48 kbps. Hasilnya? Tentu saja L-E-M-O-T. Continue reading

Review: The A-Team

Bagi rekan-rekan yang seumuran denganku pasti ingat dengan sebuah serial televisi di tahun 1980-an berjudul “The A-Team”. Serial yang menghadirkan aksi-aksi spektakuler dari empat jagoan veteran perang Vietnam tersebut terbukti sangat diminati oleh pemirsa televisi kala itu.

Dan di tahun 2010 ini, aksi-aksi itu dihadirkan kembali melalui film layar lebar dengan judul yang sama “The A-Team”. Dibintangi oleh Liam Neeson (Colonel Hannibal Smith), Bradley Cooper (Lt. ‘Faceman’ Peck), Quinton Jackson (B.A. Baracus) dan Sharlto Copley (Captain H.M. Murdock).

Film dimulai dengan awal mula tim tersebut terbentuk, yaitu ketika Hannibal dan Face terlibat konflik di Meksiko, sehingga mengharuskan Hannibal untuk segera membebaskan Face dari ancaman kematian. Dengan bantuan B.A. yang ditemuinya secara tidak sengaja, mereka berhasil dengan misinya tersebut. Lalu dalam pengejaran pasukan musuh, Hannibal merekrut Murdock yang pada dasarnya “agak” gila, untuk menjadi pilot mereka dan menerbangkannya ke Amerika. Dari adegan-adegan awal itu penonton juga mendapatkan latar belakang kenapa B.A. takut naik pesawat terbang. Continue reading

Bubuk Kopi yang Luar Biasa

Hari Sabtu kemarin aku menghadiri sebuah acara di Balai Sarbini. Acara yang diselenggarakan oleh salah satu produsen produk kecantikan ternama di dunia itu banyak dihadiri mayoritas oleh wanita. Aku sendiri sebenarnya datang ke sana mewakili istriku yang kemarin tidak bisa hadir.

Acara diawali dengan sebuah presentasi tentang “Leadership” atau “Kepemimpinan”. Presentasi yang dibawakan oleh seorang bule Swedia, yaitu Sales Director dari perusahaan tersebut untuk wilayah Indonesia. Presentasi yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia itu membahas tentang pribadi seseorang dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan yang mencerminkan kepemimpinannya. Sebenarnya apa yang disampaikannya itu sudah sering sekali aku baca melalui website-website motivasi ataupun email dari mailing list. Tapi karena saat aku tanyakan ke kakak iparku yang kemarin duduk di sebelahku apakah dia familiar dengan materi presentasi tersebut, ternyata kakakku sama sekali belum pernah mendengarnya. Lalu kupikir ada baiknya jika melalui tulisan ini aku bisa berbagi kepada orang lain yang mungkin belum mengetahuinya. Semoga bermanfaat.

Kepemimpinan seseorang dalam kehidupan ini jika diibaratkan bisa seperti wortel, telur atau bubuk kopi. Kepemimpinan yang mana yang kita miliki saat ini? Continue reading

Tersenyumlah Demi Bangsamu

“Hi, what’s your name?”, tanya seorang ibu muda yang tengah menggandeng putrinya yang masih berumur sekitar 5 tahun kepada gadis kecil yang digandeng oleh seorang pria bule yang berdiri di depannya saat sedang menuruni eskalator Giant Plasa Semanggi siang itu. Si gadis kecil bule itu menjawab, “Jasmine”. “Ow, what a beautiful name..”, lanjut si ibu muda. Si pria bule itu tersenyum pada si ibu muda dan bertanya, “And what is this beautiful little lady’s name?” sambil melihat ke arah putri si ibu muda. Dan perbincangan pun berlanjut singkat hingga mereka sampai di ujung eskalator untuk kemudian saling mengucapkan kata “Goodbye.”

Pemandangan yang aku saksikan siang itu jarang sekali bisa kita temui. Saling menyapa walaupun pada orang yang belum kita kenal, apalagi orang tersebut berbeda kebangsaan dengan kita. Kita cenderung cuek, kadang dengan dalih “tidak bisa berbahasa Inggris”. Padahal seulas senyum pun bisa bermakna sapaan. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.