Takdir dan Nasib

Pagi ini Smart Happiness di SmartFM membahas tentang Takdir dan Nasib. Banyak orang yang masih sulit membedakan keduanya. Banyak yang masih beranggapan bahwa takdir dan nasib adalah dua hal yang sama.

Takdir adalah ketetapan yang sudah diberikan oleh Tuhan pada setiap manusia di muka bumi ini sejak manusia tersebut dilahirkan. Umumnya berupa hukum alam. Dengan kata lain takdir adalah kuasa Tuhan.

Sedangkan nasib adalah keadaan seseorang pada saat ini, di mana hal itu tidak terlepas dari apa yang telah diusahakan oleh seseorang tersebut untuk bisa mencapai keadaannya saat ini. Berbeda dengan takdir, manusia memiliki kuasa untuk menentukan nasibnya, sedangkan Tuhan hanya merestuinya.

Mati, adalah takdir. Setiap orang di dunia ini sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk mati. Tapi bagaimana cara mereka mati, itu sepenuhnya ditentukan oleh nasib mereka. Manusia memiliki kuasa untuk memilih cara hidup dan tindakan yang akan membuat hidup mereka lebih pendek atau lebih lama.

Ada yang secara ekstrim memilih untuk mati dengan cara bunuh diri. Itu adalah pilihannya. Tapi ada juga yang memilih untuk hidup yang pendek, dengan menjalankan gaya hidup yang tidak sehat, makan berlebihan, kurang olah raga, merokok dan minum minuman keras. Sekali lagi.. itu semuanya adalah pilihan manusia. Manusia berkuasa untuk menentukan nasibnya.

Jodoh, sebenarnya merupakan kombinasi antara takdir dan nasib. Tuhan sudah menakdirkan bahwa setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Mengenai siapa yang akan menjadi jodohnya atau bagaimana proses pencarian jodoh itu, manusia yang menentukannya (nasib). Tapi ada juga seseorang yang karena alasan tertentu, dia memutuskan untuk menjadi single selamanya, sampai akhir hayatnya (takdir), itu karena dia selalu menutup diri walaupun ada orang lain yang tertarik padanya.

Rejeki, adalah takdir. Tuhan sudah menyediakan kekayaan yang tidak terbatas bagi manusia di dunia ini. Jika bisa digambarkan, rejeki yang sudah dijanjikan oleh Tuhan itu bagaikan langit yang tanpa batas. Hanya saja, terkadang manusia tidak pernah bisa meraih langit yang tinggi, karena dia sudah membangun langit-langitnya sendiri yang membatasi dia untuk bisa meraih yang lebih tinggi. Seseorang seringkali bernasib seperti itu karena usaha yang dicurahkannya tidak cukup maksimal, cepat berpuas diri, sehingga rejeki yang didapatkannya pun hanya sebatas langit-langitnya itu.

Ada juga yang berpendapat bahwa takdir Tuhan adalah potensi-potensi dasar yang dimiliki oleh seorang manusia. Selebihnya, manusia harus menentukan nasibnya dengan menggali potensi itu agar bisa bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain.

Sudahkah Anda mulai menentukan nasib Anda?

(inspired by Arvan Pradiansyah - Smart Happiness @ SmartFM)
Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.