Sabar adalah proses belajar

Hal yang paling sulit dilakukan oleh kebanyakan orang adalah “bersabar”. Tidak sabar saat terjebak kemacetan ibukota, tidak sabar saat mengantri di kasir supermarket, bahkan tidak sabar saat berusaha meraih sukses. Tak sedikit pula di antara mereka melakukan tindakan-tindakan bodoh dalam ketidaksabarannya itu, yang kemudian berakhir dengan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Orang yang tidak sabar karena terjebak macet, mungkin akan banting stir dan memasuki jalur busway, akhirnya kena tilang, sehingga harus “beramal” untuk Pak Polisi. :) Orang yang tidak sabar saat mengantri di supermarket, mungkin akan menyerobot antrian yang kemudian membuatnya diomelin orang atau ditegur petugas keamanan. Dan orang yang tidak sabar saat berusaha meraih sukses, mungkin akan mengambil jalan pintas yang tidak halal atau dipandang “miring” oleh orang lain, seperti “menjilat” atau mengambil hak orang lain.

Buatku, sabar itu adalah sebuah proses belajar. Saat kita harus atau terpaksa berada di suatu kondisi yang tidak kita inginkan, cobalah untuk mengambil sisi positifnya ketimbang bereaksi negatif. Seperti ketiga contoh di atas, saat kita berada di tengah-tengah kemacetan, kembalikan semuanya pada diri kita sendiri. Mungkin kita berangkatnya kurang pagi atau kita salah memilih jalur yang harus dilalui sehingga berakhir dengan terjebaknya kita di tengah kemacetan. Begitu juga halnya saat berada di antrian supermarket. Mungkin kita salah memilih hari untuk berbelanja (karena saat itu tanggal muda, semua orang berbondong-bondong ke supermarket) atau kita salah memilih tempat untuk berbelanja. Dan contoh ketiga adalah saat kita berusaha meraih sukses. Mungkin kita terlalu malas atau kita sudah berusaha bekerja dengan keras tapi jalur yang kita pilih salah atau kita sekedar melakukan sesuatu dengan cara yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda.

Aku jadi teringat ungkapan yang pernah dilontarkan seorang ilmuwan besar Albert Einstein, “Insanity is doing the same thing over and over but expecting different result” dengan istilah lain, cuma orang gila saja yang melakukan hal yang sama berulang-ulang tapi mengharapkan hasil yang berbeda.

Tiga kondisi yang aku coba jadikan contoh di atas pada dasarnya adalah sebuah hasil dari sesuatu yang kita lakukan berulang-ulang tanpa kita pernah belajar. Kita tidak pernah belajar bagaimana mengantisipasi supaya hal tersebut tidak terjadi pada diri kita. Kita selalu terjebak kemacetan karena kita selalu berangkat dari rumah di jam yang sama dan melewati jalan yang sama dengan hari-hari sebelumnya. Dan mungkin kita tidak bisa meraih sukses selama ini karena kita bekerja dengan cara yang sama, attitude yang sama, atau bahkan perusahaan yang sama. Itu hanya kita sendiri yang bisa menentukannya melalui proses belajar, dan sekali lagi, itu semua membutuhkan kesabaran.

Orang sabar sebenarnya bukanlah orang yang lemah, melainkan orang yang bisa melihat sisi positif dari setiap keadaan lalu bisa menarik hikmah dan pelajaran di baliknya.

Salam.

Gambar dipinjam dari sini
Advertisement

2 responses to this post.

  1. Cover album George Michael tuh…..udah ijin belum bos ?..qi..qi…qi….

    Reply

  2. @Toink
    Hehehe, udah gw edit tuh.. Dikasih keterangan dari mana gambar itu diambil.
    Lagi ngerapih2in posting lama nih, semua yang ada gambar-gambarnya sebisa mungkin gw kasih keterangan dari mana ngambilnya. Walaupun ada beberapa yang gw lupa waktu search di google dulu pake keyword apaan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.