Dari dulu aku selalu tertarik pada film-film yang mengangkat tema “time traveling” atau perjalanan waktu. Beberapa di antaranya adalah serial “Voyagers”, “Back to The Future”, “Terminator”, “Time Machine” dan yang baru saja aku tonton adalah “Deja Vu”. Yang menjadikan film ini istimewa adalah pemeran utamanya, yaitu Denzel Washington, salah seorang aktor favoritku. Akting Denzel Washington yang pernah aku tonton antara lain di film “John Q”, “The Great Debaters”, “Man on Fire”, “The Bone Collector”, dan yang terbaru adalah “The Book of Eli” yang memberikan story ending tak terduga.
“Deja Vu” sendiri adalah film garapan tahun 2006, bahkan sudah pernah ditayangkan di layar RCTI. Waktu itu aku nonton cuma kebagian ending-nya saja. Makanya begitu kemarin di e-Center ngeliat ada DVD-nya, langsung beli.
Cerita berawal dari tragedi peledakan kapal ferry yang mengangkut anggota marinir bersama keluarganya, memakan 543 korban jiwa termasuk wanita dan anak-anak. Seorang agen ATF bernama Doug Carlin (Denzel Washington) ditugaskan untuk menyelidiki aksi terorisme ini. Dia juga menerima laporan mengenai penemuan mayat seorang wanita bernama Claire Kuchever (Paula Patton) yang diduga dibunuh 2 jam sebelum kejadian peledakan kapal ferry tersebut. Dari hasil penyelidikannya, Carlin menduga ada hubungan antara kematian Claire dengan tragedi peledakan kapal. Dia lalu menemui ayah Claire untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan melihat secara langsung tempat tinggal Claire di mana di situ dia melihat beberapa keganjilan.
Karena ketajaman isting yang dimiliki Carlin, seorang agen FBI bernama Paul Pryzwarra (Val Kilmer) menawarinya untuk bergabung dalam sebuah tim investigasi khusus untuk mengungkap fakta dibalik misteri ini.
Pryzwarra kemudian mengajaknya pergi ke sebuah fasilitas serba canggih yang dimiliki FBI di mana dia bisa melihat rekaman kejadian-kejadian yang sudah berlalu di seluruh dunia lewat sebuah monitor berlayar besar dalam berbagai angle. Rekaman itu hanya bisa dilihat sekali saja tanpa bisa di-rewind atau di-fast forward. Dengan alat tersebut diharapkan mereka bisa mendapatkan bukti-bukti yang dibutuhkan. Dan Carlin memilih untuk memfokuskan perhatiannya pada rekaman milik Claire. Dia berharap mendapatkan titik terang dari situ.
Belakangan diketahui bahwa alat yang dimiliki FBI tadi bukanlah alat pemutar rekaman, melainkan sebuah alat yang bisa melihat ke masa lalu seakan-akan masa lalu tersebut berjalan paralel dengan maka sekarang. Mengetahui hal ini, Carlin ingin berusaha mencegah agar semua tragedi pembunuhan dan peledakan kapal tersebut tidak pernah terjadi.
Akhirnya dia memaksa agar dikirim kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Claire dan mencegah sang teroris melakukan niatnya.
Menurutku film ini cukup bagus, apalagi didukung dengan aktor sekelas Denzel Washington dan Val Kilmer. Adegan peledakan kapal ferry bisa dibilang luar biasa, apalagi pengambilan gambar untuk adegan pasca peledakan dibuat sedemikian rupa sehingga memperkuat latar belakang cerita.
Dan setelah nonton film tersebut, aku jadi berpikir.. Seandainya memang kehidupan itu berjalan seperti itu, maka hal-hal aneh yang pernah kita alami mungkin bisa dijelaskan.
Gambar poster "Deja Vu" dipinjam dari sini.

