Bagi rekan-rekan yang seumuran denganku pasti ingat dengan sebuah serial televisi di tahun 1980-an berjudul “The A-Team”. Serial yang menghadirkan aksi-aksi spektakuler dari empat jagoan veteran perang Vietnam tersebut terbukti sangat diminati oleh pemirsa televisi kala itu.
Dan di tahun 2010 ini, aksi-aksi itu dihadirkan kembali melalui film layar lebar dengan judul yang sama “The A-Team”. Dibintangi oleh Liam Neeson (Colonel Hannibal Smith), Bradley Cooper (Lt. ‘Faceman’ Peck), Quinton Jackson (B.A. Baracus) dan Sharlto Copley (Captain H.M. Murdock).
Film dimulai dengan awal mula tim tersebut terbentuk, yaitu ketika Hannibal dan Face terlibat konflik di Meksiko, sehingga mengharuskan Hannibal untuk segera membebaskan Face dari ancaman kematian. Dengan bantuan B.A. yang ditemuinya secara tidak sengaja, mereka berhasil dengan misinya tersebut. Lalu dalam pengejaran pasukan musuh, Hannibal merekrut Murdock yang pada dasarnya “agak” gila, untuk menjadi pilot mereka dan menerbangkannya ke Amerika. Dari adegan-adegan awal itu penonton juga mendapatkan latar belakang kenapa B.A. takut naik pesawat terbang.
Delapan tahun berlalu, mereka berempat sedang berada di Irak untuk tugas militer, dan saat itu sudah menjelang masa kembalinya mereka pulang ke Amerika. Mendadak mereka mendapat misi rahasia dari pimpinan untuk menyelamatkan plat-plat pencetak uang dolar yang dikhawatirkan berdampak pada krisis ekonomi Amerika jika disalahgunakan oleh pihak musuh. Misi ini berjalan dengan mulus, sampai kemudian mereka mendapati bahwa pimpinan yang memerintahkan pelaksanaan misi tersebut ternyata tewas terbunuh dalam ledakan. Mereka berempat dituduh telah melakukan perbuatan kriminal dan dicopot dari angkatan bersenjata. Bukan itu saja, mereka pun mendapatkan hukuman 10 tahun penjara. Kejadian tersebut tentu saja membuat mereka sangat terpukul, dan Hannibal sebagai pimpinan dalam tim kecil tersebut, merasa bertanggung jawab untuk membersihkan nama mereka dan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.
Enam bulan sejak kejadian tersebut. Berkat bantuan dari seorang agen di CIA, Hannibal berhasil kabur dari penjara, membebaskan Face dan B.A. serta mengeluarkan Murdock dari Rumah Sakit Jiwa di Jerman.
Selanjutnya aksi-aksi menegangkan, spektakuler, bahkan kadang tidak masuk akal pun menghiasi film ini. Humor-humor segar yang selalu jadi ciri khas film ini juga turut dihadirkan di sini.
Buat aku pribadi, film ini cukup menghibur. Pembentukan karakter keempat tokoh utama pun dilakukan dengan sangat mulus. Pada awalnya aku sempat mengira Quinton Jackson yang memerankan B.A. Baracus hanya akan mengingatkan penonton pada Mr. T (pemeran B.A. Baracus di serial The A-Team) karena potongan rambutnya saja yang sama. Tapi ternyata aku salah, karena 80 persen penampilannya di film ini justru tanpa potongan rambut mohawk-nya itu. Karakter B.A. Baracus diperankannya dengan sangat baik. Target untuk membawa nostalgia serial The A-Team cukup sukses.
Film “The A-Team” ini menurutku recommended sekali, terutama untuk teman-teman yang satu angkatan.
Gambar poster film "The A-Team" nyolong dari sini.Gambar pemeran serial "The A-Team" lawas minjem dari sini.

