Akulah Dia

Akulah Dia
by Drive

Tak pernah berhenti mencari cinta.
Selalu saja ada yang tak kamu suka.

Terlalu jauh engkau melihat.
Coba rasakan yang ada di sekitarmu.

Reff:

Sesungguhnya dia ada di dekatmu,
tapi kau tak pernah menyadari itu.
Dia selalu menunggumu untuk nyatakan cinta.

Sesungguhnya dia adalah diriku,
lebih dari sekedar teman dekatmu.
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya.

Yang mungkin bukan manusia sempurna,
tapi dia selalu ada untukmu.

Mendengarkan lagu dari Drive berjudul “Akulah Dia” saat berangkat ke kantor pagi ini memberikan pencerahan buatku. Walaupun kalau dibaca baris per baris dalam lirik lagu tersebut sepertinya lagu ini hanyalah seperti lagu-lagu cinta kebanyakan konsumsi para remaja. Apalagi yang menyanyikannya adalah grup musik yang banyak digandrungi para cewek-cewek ABG.

Sekilas jika kita dengarkan, lagu ini menceritakan tentang seorang perempuan yang selalu mencari-cari pasangan yang tepat untuknya. Dan setiap kali menemukannya, dia selalu kecewa karena sosok yang ditemuinya itu bukanlah sosok yang sempurna. Perempuan ini tidak menyadari bahwa ada seorang laki-laki yang selama ini selalu setia menemaninya, selalu memperhatikannya, tapi dia hanya menganggap laki-laki itu hanyalah seorang teman biasa saja. Padahal si laki-lakinya ini tulus mencintainya dan  sangat ingin menjadi satu-satunya orang yang ada di hati perempuan tersebut. Drive dengan baik menggambarkan ungkapan hati laki-laki itu dalam lirik lagu di atas.

Buat Anda yang mungkin sudah bukan ABG lagi, mari kita lihat isi lagu tersebut dengan kacamata yang berbeda.

Pernahkah kita merasa tidak puas dengan apa yang kita lakukan saat ini? Barangkali pekerjaan kita saat ini membuat kita merasa tersiksa, tidak bisa berkembang, merasa gajinya terlalu kecil sehingga kita sama sekali tidak bisa menikmati pekerjaan tersebut. Lalu dalam ketidakpuasan itu, kita melamar kerja ke tempat lain. Pada saat diterima, selang setahun kemudian kita mungkin akan merasakan hal yang sama dengan sebelumnya. Bosan dan jenuh. Lalu kita kembali ke siklus awal yang tadi. Jadilah kita “kutu loncat” yang selalu berpindah-pindah pekerjaan tanpa pernah menemukan tempat yang sesuai.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Pak Yodhia Antariksa, pendiri PT. Manajemen Kinerja Utama, sebuah firma konsultan yang bergerak dalam bidang corporate performance management, berjudul “Gaji dan Karir Saya Tidak Naik-naik, So What?” Ada sebuah ungkapan menarik yang menjadi penutup artikel tersebut, yaitu “Hanya pribadi yang bermental kuli yang mau menggadaikan nasibnya pada orang lain.” Ungkapan tersebut seperti menyadarkan kita bahwa kita selama ini cenderung untuk menggantungkan nasib kita pada perusahaan tempat kita bekerja. Dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan di perusahaan tersebut, maka itu adalah waktu yang tepat untuk pindah ke perusahaan yang lain.

Kita sering menyalahkan orang lain yang membuat diri kita tidak bisa maju. Menyalahkan perusahaan tempat kita  bekerja yang membuat kita tidak bisa berkembang dalam hal karir maupun penghasilan. Padahal maju atau tidaknya kita itu kita sendiri yang berhak menentukannya. Kita sering berpindah-pindah pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain hanya karena kita merasa perusahaan tersebut tidak bisa memenuhi harapan kita. Kita selalu berusaha mencari perusahaan yang ideal menurut kita, padahal kita bisa menciptakan sendiri lingkungan yang ideal itu.

Dalam tulisanku sebelumnya mengenai takdir dan nasib, pernah aku tuliskan bahwa manusia lah yang harus menentukan nasibnya dengan menggali potensi dalam dirinya sendiri agar bisa bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain.

Ada sebuah acara televisi yang menurutku sangat bagus karena bisa menginspirasi orang untuk tidak selalu menggantungkan nasibnya pada orang lain. Acara yang ditayangkan di TransTV tersebut berjudul “Hidup Ini Indah”, menampilkan sosok-sosok wirausahawan yang berhasil membangun usahanya dari nol hingga begitu besarnya. Belajar dari mereka, kita bisa tahu bahwa semuanya itu berawal dari kemauan untuk menggali potensi diri dan keberanian untuk mewujudkannya.

Kita sering lupa dengan potensi diri kita sendiri, dan selalu menggantungkan harapan ke orang lain. Tahukah Anda bahwa potensi diri kita saat ini sedang menunggu. Menunggu kita untuk mau menyambutnya dengan positif dan mau mewujudkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Sesungguhnya dia ada di dekatmu, tapi kau tak pernah menyadari itu.
Dia selalu menunggumu untuk nyatakan cinta.

Sesungguhnya dia adalah diriku, lebih dari sekedar teman dekatmu.
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya.

Gambar Album "Drive" dipinjam dari sini.
Lirik lagu "Akulah Dia" diambil dari sini.
Advertisement

One response to this post.

  1. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.